Kembali ke Beranda Sastra
Waktu baca: ~1 menit (44 kata)
Puisi

Di Sudut Kafe yang Menyimpan Hujan

Oleh: Bayu Samudra Kata•

Ada secangkir kopi yang mendingin perlahan, menghitung detik yang jatuh bersama gerimis di kaca jendela.

Kau bertanya ke mana perginya kata-kata yang dulu riuh merayakan temu? Aku menunjuk genangan air di pelataran: "Mereka tidak hilang, kasih, hanya memilih memantulkan langit yang sedang belajar merelakan."

Apresiasi Rasa Sastra:0 Jejak Apresiasi
Sorot kalimat mana saja untuk menjadikannya kartu kutipan.

Ruang Diskusi Sastra (0)

Berikan ulasan dan tanggapan apresiatif dengan etika santun dan bersahabat.

Belum ada tanggapan umum. Jadilah yang pertama memberikan apresiasi.

Di Sudut Kafe yang Menyimpan Hujan — Bayu Samudra Kata | Fadrodzak